Sabtu, 18 Januari 2014

Strange dog

Kabut tipis menyambut pagi ini. Hawa dingin membuat hasrat kembali dalam balutan selimut setelah sholat subuh. Namun tidak denganku, aku memilih untuk bergegas ke sebuah warung sayur milik mbak yani. Sudah lama aku tak menampakan muka disana. Dasar pemalas, untuk  sekedar memasak pun aku dikuasai oleh sesuatu bernama malas. 
Aku sendirian pergi meninggalkan kost, hari juga masih pagi sehingga teman-teman banyak yang memutuskan untuk kembali tidur. Tak enak sebenarnya pergi sendirian. Tapi ya sudahlah daripada malasku berkepanjangan. Sesampainya disana aku membeli beberapa jenis sayuran. Aku membeli sayur untuk tiga hari, karena aku malas untuk bolak-balik ke warung. Menyita waktu. Taraaaa selesai, waktunya pulang.
Dan lagi-lagi aku sendirian, tak ada yang berjalan satu arah denganku. Sesampainya di persimpangan jalan aku mendapati seekor anjing berwarna cokelat. Dalam hati sebenarnya agak sedikit takut, tapi aku berusaha untuk bersikap biasa. Kala itu jalanan benar-benar sepi. Hanya ada aku dan anjing itu. Fiuuuu. anjing itu menatapku tajam, namun anehnya anjing itu tak mengejarku. Malahan dia yang berlari menjauh dariku sambil menggonggong. Nah loh. Dan dia pun berhenti di samping kostan Anggrek (nampaknya kost pemilik anjing). Aku pun melanjutkan langkahku. Sampai aku di tempat anjing itu berhenti. Dag-dig-dug. Jantungku berdegup sedikit lebih kencang. Sang anjing melihatku, menggonggong dan tampak seperti akan menerkamku. Dan akhirnya anjing itu berjalan mendekatiku hendak mengejar bahkan. Jarak kami pun tinggal kurang lebih satu setengah meter. Aku belum memutuskan untuk berlari. Karena tak mungkin aku akan berbalap lari dengan seekor anjing. Secara refleks aku menghentakan kakiku ke arah anjing itu. Dan hasilnya, anjing itu ketakutan dan berlari kencang tanpa arah. Sampai-sampai anjing itu masuk ke selokan di kostan anggrek. Selokan itu tertutup di bagian atasnya. dan cukup sempit sehingga hanya pas dengan badan di anjing. Anjing itu hanya terus menggonggong tak bisa keluar. Dia terjebak. Sungguh disitu aku menahan tawa. Sungguh anjing yang aneh..hahaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar