Aku sudah ikhlas dan siap untuk pergi darimu. Sebuah keputusan yang tidak mudah untuk dijalani ke depannya. Tapi aku merasa inilah yang terbaik, karena belum saatnya aku menaruh cintaku padamu. Seharusnya aku menaruh cinta ini kepada yang telah tercatat dalam lauhul mahfudz. Dan itu kelak. Meskipun itu dirimu, tapi untuk saat ini aku ingin lebih bersahabat dengan rasa dan yang seharusnya.
Aku senang pernah mengenalmu. Dan ajakanmu membawaku hingga ke titik ini. Tak pernah ku sangka jika aku mau untuk berjalan bersamamu. Menapaki liku sebuah perjuangan bersama, ya dengan lautan kertas itu. Beberapa waktu yang lalu seolah aku ingin menyalahkan ajakanmu itu. Aku berkata bahwa ajakanmu menyesatkanku bahkan mampu menyesatkan hatiku.Tapi saat ini tidak lagi, aku sadar jika inilah jalan yang telah digariskan Allah untuk kita. Dengan segala hikmah yang Dia peruntukan untuk kita.
Meskipun saat ini dirimu kembali menjadi titik dua yang menyenangkan seperti waktu itu, namun aku telah memutuskan untuk pergi darimu. Saat ini kita sudah hampir sampai pada sebuah persimpangan jalan. Ya persimpangan yang kita idamkan. Meskipun jalan yang harus kita tempuh banyak kerikil menghadang. Tapi itu tak jauh lagi. Aku yakin kita bisa melalui ini. Setelah sampai pada persimpangan itu, aku ingin memisahkan jalan denganmu. Bukan tak ingin terus berjalan di sampingmu, namun karena aku tak tau apa dirimu masih ingin berjalan bersamaku. Biarlah aku mengikhlaskanmu untuk menempuh jalan yang berbeda, karena masih ada jalan untuk kita kembali berjalan bersama. Di depan sana kita tidak tahu apa yang Allah rencanakan. Aku yakin dengan jalan ini. Jangan lupakan bahwa kita pernah berjalan bersama dan berjuang bersama.
Harapanku masih menyala untuk bisa bersamamu, bersama dalam sebuah bahtera menuju surga. Aku masih berharap jika dirimulah yang akan mengantarkanku ke surga. Tapi biarkanlah saat ini aku mensterilkan hatiku dari semua angan tentangmu. Aku hanya takut jika setan menunggangi rasa yang fitrah dari-Nya ini. Jika dirimu membutuhkanku, aku siap untuk membantumu. Kapan saja. Dan aku meminta agar dirimu berjanji untuk tetap sehat, ingat pesan-pesanku waktu itu. Aku tak akan mengulanginya lagi, bahkan mungkin komunikasi kita juga akan terputus setelah ini. Jaga kesehatanmu baik-baik. Tetap fokus pada tugas akhirmu dengan tidak meninggalkan tanggung jawabmu yang lain. Jadilah aktivis muslim yang luar biasa. Ingatlah kata-kata itu, kata-kata harapan yang aku kirimkan padamu hari ini. teruslah berjuang titik duaku. Rengkuhlah masa depan cemerlangmu. Aku percaya jika dirimu akan menjadi seorang pribadi yang luar biasa. Gunakan talentamu itu untuk membantu orang lain. Aku bangga dan senang pernah mengenalmu.
Selamat tinggal titik duaku..
Semoga Allah mempertemukan kita pada persimpangan lain suatu saat nanti. Insya Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar