Hari ibu memang sudah terlewat, tapi tak apalah. Bagiku hari ibu tidak hanya tanggal 22 Desember. Bagiku setiap hari adalah hari ibu. puisi ini pernah aku bacakan untuk ibuku, mendengarnya ibuku terharu. Aku merindukanmu ibu....
Ibu…
kenapa aku menyebutmu ibu…
kenapa aku memanggilmu ibu…
kenapa aku selalu ingin menamakanmu ibu…
kenapa aku menyebutmu ibu…
kenapa aku memanggilmu ibu…
kenapa aku selalu ingin menamakanmu ibu…
Ibu..
Karena engkau telah memberi yang tak dapat diberi oleh siapapun
engkau mengasihi tak sebanding dengan kasih apapun
engkau juga memberi kehidupan, semangat serta cinta tak seperti cinta siapapun
Ibu..
Aku masih sering melupakanmu
Aku terlalu sering berdosa padamu
Aku bahkan terlalu sering menggampangkan hidupku tanpamu
Nyatanya aku masih tak bisa hidup tanpamu
Ibu..
masih banyak kesempatan yang terlewat
aku masih terlalu egoiss untuk berani tak membutuhkanmu
masih sering aku memikirkan yang lain tanpa mempedulikanmu
dan bahagia itu sering ku tinggalkan demi urusan tak pentingku
Ibu maafkan aku
maafkan semua khilafku
maaf atas keegoisan ini
tapi aku tau, tanpa meminta pun engkau telah memberi
Dan aku akan selalu menyayangimu..
Selamanya..
Karena Engkau kami ada, dan Untuk Ibu kami akan selalu ada
Selamanya..
Karena Engkau kami ada, dan Untuk Ibu kami akan selalu ada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar