Sebenarnya aku lelah untuk mendengar namamu, mendengar cerita tentangmu. Seolah aku ingin berlari menjauh ke suatu tempat dimana tak akan ada lagi terlintas di telingaku namamu. Keadaan seolah tak berpihak padaku, meski sesungguhnya Allah telah memberikan segalanya itu dengan seadil-adilnya. Kenyataan dimana aku harus mendengarkan apa-apa tentangmu titik duaku. Dia yang mengenalmu bercerita tentang dirimu yang tampak rapi hari ini. Ya mungkin aku hanya cemburu, bukan cemburu padanya. Tapi aku cemburu dengan prioritasmu. Dengan semua itu dirimu sanggup melakukannya. Sedangkan aku disini termenung dalam sepi, mengharap ada tetesan embun membasahi hatiku yang mulai gersang. Aku merasa hatiku tak terselamatkan. Pesan yang aku kirimkan beberapa kali tak kau tanggapi. Dirimu dimana? Apa karena aku terlalu mendesakmu? lalu aku bisa apa? dan sampai kapan akan seperti ini?. Aku sudah tak sanggup lagi untuk menerima pesan-pesan itu dari mereka. Ku mohon mengertilah.
Aku menangis bukan karena cintaku padamu bahkan aku ikhlas untuk pergi darimu karena itu belum hak bagiku, tapi aku menangis karena dirimu meninggalkanku dengan sesuatu yang belum terselesaikan. Aku merasa benar-benar sendiri. Apa yang bisa aku lakukan? Apa? Tunjukan padaku. tunjukan arah jalan yang harus ku tempuh jika engkau ingin melepaskanku sendiri. Aku tak apa, aku bisa. Biarkan lelah itu ku tempuh asalkan aku bisa lepas dari itu semua. Aku juga tidak bisa hidup dalam bayang-bayang itu dan bayang-bayang tentangmu. Apakah keinginanku terlalu memberatkanmu? tidak kan?
Aku benar-benar tak tahu apa yang terjadi padamu, apa rencana yang kau buat. Aku mohon dengan sangaaaattt, mari kita selesaikan bersama jika memang masih ingin bersama berjuang. namun jika tidak aku hanya minta dirimu tunjukan arah. Aku mohooooonnnnnnnnn....titik duaku. Aku sudah lelah.............
Aku benar-benar tak tahu apa yang terjadi padamu, apa rencana yang kau buat. Aku mohon dengan sangaaaattt, mari kita selesaikan bersama jika memang masih ingin bersama berjuang. namun jika tidak aku hanya minta dirimu tunjukan arah. Aku mohooooonnnnnnnnn....titik duaku. Aku sudah lelah.............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar